Identitas :
Asal-Usul Bhinneka Tunggal Ika
Kata Bhinneka Tunggal Ika diambil dari kutipan Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular pada kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14 Masehi. Semboyan negara ini diambil dari bahasa Jawa kuno. Kata “Bhinneka” artinya beraneka ragam atau berbeda-beda, kata “Tunggal” artinya satu, sedangkan “Ika” artinya itu. Secara harfiah, Bhinneka Tunggal Ika diterjemahkan menjadi “Beraneka Satu Itu”, yang bermakna meskipun berbeda-beda, tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap satu kesatuan.
Semboyan bangsa Indonesia ini dipakai sebagai gambaran persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Indonesia sendiri terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan. Fungsi mendasar Bhinneka Tunggal Ika adalah landasan persatuan dan kesatuan. Pada dasarnya, setiap kelompok memiliki kekurangan dan keunggulan masing-masing. Peran semboyan negara untuk membentuk dan menanamkan pada masyarakat tentang keberagaman, sehingga tidak memicu konflik.
Semboyan Bangsa Indonesia dalam Aturan Negara
Semboyan ini terdapat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 66/1951, Lambang Negara. Ditetapkan di Jakarta tanggal 17 Oktober 1951 oleh Presiden Soekarno dan Perdana Menteri, Sukiman Wirjosandjojo. Pada pasal 1 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP) Nomor 66 Tahun 1951 dijelaskan mengenai tiga bagian lambang negara yakni sebagai berikut :
- Burung Garuda yang menengok dengan kepala lurus ke sebelah kanan
- Perisai berupa jantung yang di gantung dengan rantai pada leher garuda
- Semboyan ditulis di atas pita yang di cengkram oleh garuda
Makna Semboyan Bhinneka Tunggal Ika
Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki keberagaman suku, bangsa, agama, ras, bahasa, budaya, adat istiadat, dan sebagainya. Keberagaman itulah yang membuat Indonesia berbeda dengan bangsa lain. Merawat perbedaan-perbedaan yang ada merupakan tugas bersama sebagai warga negara. Apabila tidak disikapi dengan baik dan bijak maka akan memicu terjadinya konflik. Oleh karena itu, semboyan Bhineka Tunggal Ika sebagai dorongan dan semangat untuk mencapai persatuan dalam keberagaman.
Carilah contoh satu kasus di berita baik dari media cetak atau media masa mengenai peristiwa di dalam masyarakat yang menurut anda bertentangan dengan makna Bhineka Tunggal Ika lalu berikan pendapat anda bagaimana solusi dalam menanggapi masalah tersebut. Tugas di kumpulkan dalam bentuk print out dan dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya.
Demikian Materi yang dapat ibu sampaikan atas perhatian dan kerjasamanya ibu ucapkan terimakasih.
Wassalamualaikum Wr.Wb.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar