Jumat, 13 Maret 2026

Peran warga Negara Dalam Penyelesaian Konflik (XI.A1 & XI.C1)

 

Identitas :

Nama Guru : Latifa Linda Aryanti, S.Pd


Mata Pelajaran : PKn


Kelas/Fase : XI.A1 dan XI.C1

Pertemuan : 7


Materi : Harmoni Dalam Keberagaman


Tujuan Pembelajaran : 
  1. Peserta didik dapat menjelaskan dan menyajikan potensi konflik di lingkungan sekitar
  2. Peserta didik dapat memaparkan stategi dalam mengatasi konflik di masyarakat


Metode Pembelajaran : Ceramah, Tanya Jawab, Diskusi


Model Pembelajaran : Problem Based Learning


Assalamualaikum Wr. Wb

Bagaimana kabarnya anak – anak Ibu sayangi semoga semuanya dalam keadaan bahagia, sehat dan semangat ya mengikuti kegiatan pembelajaran pada hari ini. Sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran pada hari ini marilah kita berdoa terlebih dahulu. 

Kita akan masuk materi tentang peran masyarakat yang beragam dalam penyelesaian konflik.


1. Peran Serta Warga Negara dalam Penyelesaian Konflik

Sebagai warga negara yang baik, kita diharapkan mampu memberikan peran nyata dalam upaya penyelesaian konflik. Baik itu di lingkungan keluarga, sekolah masyarakat, maupun di kehidupan berbangsa dan bernegara. Adapun contoh perar nyata tersebut antara lain sebagai berikut.


a. Peran Serta di Lingkungan Keluarga


Keluarga memiliki andil besar dalam pembentukan karakter seseorang Keluarga juga merupakan agen sosialisasi yang pertama, sehingga akan sanga menentukan kepribadian seseorang. Mengingat begitu pentingnya peran keluarga, maka lingkungan keluarga wajib dijaga dari konflik yang tidak baik. Sebagai contoh seorang ayah harus mampu menengahi perbedaan pendapat antaranggota keluarga dengan cara bermusyawarah. Semua itu dilakukan demi mewujudkan situasi rumah yang kondusif dan jauh dari perselisihan.


b. Peran Serta di Lingkungan Sekolah


Sekolah merupakan tempat untuk menuntut ilmu sekaligus belajar mengenai etika dan moral. Namun begitu, sekolah juga berpotensi untuk menjadi tempat timbulnya konflik. Mengingat sekolah merupakan lingkungan yang beragam dan ditempati banyak orang. Oleh karena itu, sebagai pelajar Pancasila kamu wajib berperan aktif dalam menyelesaikan konflik yang terjadi. Tentunya dengan cara yang humanis dan sesuai nilai Pancasila. Sebagai contoh mempertemukan pihak yang berselisih saat pertandingan basket antarkelas. Pihak yang berselisih tersebut selanjutnya dimediasi, agar konflik segera dapat diselesaikan.


C. Peran Serta di Lingkungan Masyarakat


Sebagai anggota masyarakat, kita berkewajiban untuk mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, dan toleran. Kewajiban tersebut dapat ditempuh melalui beragam cara, yakni sebagai berikut.

1) Mengembangkan sikap toleransi.

2) Menghormati keberagaman yang ada.

3) Menghargai harkat dan martabat manusia.

4) Mengakui kesetaraan dan menjauhi sikap diskriminasi.

5) Memperkuat semangat persatuan dan kesatuan.


D. Peran Serta di Lingkungan Berbangsa dan Bernegara


Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang beragam. Baik beragam suku, agama, ras, adat istiadat, maupun pendapat. Keberagaman tersebut merupakan tantangan tersendiri dalam merawat persatuan dan kesatuan. Sebab, keberagaman bangsa Indonesia berpotensi menimbulkan konflik yang mengarah pada disintegrasi bangsa. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif masyarakat dalam mengatasi setiap konflik yang terjadi.


Demikian materi yang bisa ibu sampaikan, terimakasih untuk hari ini anak-anak, jangan lupa dirumah dibaca dan dipahami kembali, sekian untuk hari ini sampai jumpa di pertemuan selanjutnya anak-anak. Ibu akhiri pertemuan hari ini.

Wassalamualaikum Wr.Wb. 

Kamis, 12 Maret 2026

Prinsip Gotong Royong Dalam Harmoni Keberagaman (X.2 & X.3)

 Identitas :

Nama Guru : Latifa Linda Aryanti, S.Pd

Mata Pelajaran : PKn

Kelas : X/E.2, X/E.3

Pertemuan : 7

Materi : Bhineka Tunggal Ika

Tujuan Pembelajaran : 
  1. Peserta didik mampu memahami perwujuan gotong royong dalam kegiatan perekonomian Indonesia
  2. Peserta didik mampu menjelaskan sistem ekonomi Pancasila
Metode Pembelajaran : Diskusi dan Tanya Jawab

Model Pembelajaran : Problem Base Learning

Assalamualaikum Wr. Wb

Bagaimana kabarnya anak – anak Ibu sayangi semoga semuanya dalam keadaan bahagia, sehat dan semangat ya mengikuti kegiatan pembelajaran pada hari ini. Sebelum memulai kegiatan kita hari ini kita berdoa terlebih dahulu ya nak. 

Materi yang akan kita bahas Prinsip Gotong Royong untuk Membangun Harmoni dalam Keberagaman.

1. Makna Umum Gotong Royong
Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat hidup sendiri. Manusia senantiasa membutuhkan bantuan orang lain. Hal ini menjadi fitrah manusia. Oleh karena itu, dalam kehidupan masyarakat diperlukan adanya kerja sama, gotong royong, dan sikap saling membantu untuk menyelesaikan berbagai permasalahan hidup.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata gotong royong bermakna bekerja bersama-sama (tolong-menolong, bantu-membantu). Kata gotong royong sendiri berasal dari bahasa Jawa, yaitu gotong dan royong. Gotong, artinya pikul atau angkat, sedangkan royong berarti bersama-sama. Dengan demikian, secara harfiah gotong royong dapat diartikan mengangkat beban secara bersama-sama agar beban menjadi ringan

2. Makna Penting Gotong Royong
Sebagai identitas budaya bangsa Indonesia, tradisi gotong royong yang sarat dengan nilai-nilai luhur harus kita lestarikan. Terlebih lagi Indonesia merupakan negara yang majemuk, baik dari sisi agama, budaya, suku maupun bahasa. Gotong royong dapat merekatkan dan menguatkan solidaritas sosial. Ia melahirkan sikap kebersamaan, tolóng-menolong, dan menghargai perbedaan. 

Berikut ini adalah manfaat dan tujuan adanya gotong royong di kalangan masyarakat Indonesia, antara lain sebagai berikut.
a. Menumbuhkan rasa kebersamaan antarmasyarakat.
b. Tolong-menolong antarmasyarakat yang membutuhkan pertolongan.
c. Menjalin kesatuan dan persatuan antarmasyarakat.
d. Mempererat silahturahmi kekeluargaan.
e. Memberikan sosialisasi yang baik bagi masyarakat.

Dalam budaya gotong royong juga mencerminkan perwujudan nilai-nilai Pancasila. Berikut ini adalah nilai gotong royong yang terkandung dalam sila-sila Pancasila.

a. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, di mana gotong royong dapat diartikan bernilai ibadah.
b. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab, di mana gotong royong pasti didasari atas asas kemanusiaan.
c. Sila Persatuan Indonesia, di mana tidak ada gotong rotong tanpa persatuan.
d. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan bahwa di dalam gotong royong pasti terdapat musyawarah.
e. Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia mencerminkan tujuan akhir gotong royong adalah untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Demikian materi yang bisa ibu sampaikan, terimakasih untuk hari ini anak-anak, jangan lupa dirumah dibaca dan dipahami kembali, sekian untuk hari ini sampai jumpa di pertemuan selanjutnya anak-anak. Ibu akhiri pertemuan hari ini.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Rabu, 11 Maret 2026

Prinsip Harmoni Dalam Keberagaman (X.1 & X.4)

  Identitas :

Nama Guru : Latifa Linda Aryanti, S.Pd

Mata Pelajaran : PKn

Kelas : X/E.1, X/E.4

Pertemuan : 7

Materi : Bhineka Tunggal Ika

Tujuan Pembelajaran : 
  1. Peserta didik mampu memahami perwujuan gotong royong dalam kegiatan perekonomian Indonesia
  2. Peserta didik mampu menjelaskan sistem ekonomi Pancasila
Metode Pembelajaran : Diskusi dan Tanya Jawab

Model Pembelajaran : Problem Base Learning

Assalamualaikum Wr. Wb

Bagaimana kabarnya anak – anak Ibu sayangi semoga semuanya dalam keadaan bahagia, sehat dan semangat ya mengikuti kegiatan pembelajaran pada hari ini. Sebelum memulai kegiatan kita hari ini kita berdoa terlebih dahulu ya nak. 

Materi yang akan kita bahas Prinsip Gotong Royong untuk Membangun Harmoni dalam Keberagaman.

1. Makna Umum Gotong Royong
Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat hidup sendiri. Manusia senantiasa membutuhkan bantuan orang lain. Hal ini menjadi fitrah manusia. Oleh karena itu, dalam kehidupan masyarakat diperlukan adanya kerja sama, gotong royong, dan sikap saling membantu untuk menyelesaikan berbagai permasalahan hidup.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata gotong royong bermakna bekerja bersama-sama (tolong-menolong, bantu-membantu). Kata gotong royong sendiri berasal dari bahasa Jawa, yaitu gotong dan royong. Gotong, artinya pikul atau angkat, sedangkan royong berarti bersama-sama. Dengan demikian, secara harfiah gotong royong dapat diartikan mengangkat beban secara bersama-sama agar beban menjadi ringan

2. Makna Penting Gotong Royong
Sebagai identitas budaya bangsa Indonesia, tradisi gotong royong yang sarat dengan nilai-nilai luhur harus kita lestarikan. Terlebih lagi Indonesia merupakan negara yang majemuk, baik dari sisi agama, budaya, suku maupun bahasa. Gotong royong dapat merekatkan dan menguatkan solidaritas sosial. Ia melahirkan sikap kebersamaan, tolóng-menolong, dan menghargai perbedaan. 

Berikut ini adalah manfaat dan tujuan adanya gotong royong di kalangan masyarakat Indonesia, antara lain sebagai berikut.
a. Menumbuhkan rasa kebersamaan antarmasyarakat.
b. Tolong-menolong antarmasyarakat yang membutuhkan pertolongan.
c. Menjalin kesatuan dan persatuan antarmasyarakat.
d. Mempererat silahturahmi kekeluargaan.
e. Memberikan sosialisasi yang baik bagi masyarakat.

Dalam budaya gotong royong juga mencerminkan perwujudan nilai-nilai Pancasila. Berikut ini adalah nilai gotong royong yang terkandung dalam sila-sila Pancasila.

a. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, di mana gotong royong dapat diartikan bernilai ibadah.
b. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab, di mana gotong royong pasti didasari atas asas kemanusiaan.
c. Sila Persatuan Indonesia, di mana tidak ada gotong rotong tanpa persatuan.
d. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan bahwa di dalam gotong royong pasti terdapat musyawarah.
e. Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia mencerminkan tujuan akhir gotong royong adalah untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Demikian materi yang bisa ibu sampaikan, terimakasih untuk hari ini anak-anak, jangan lupa dirumah dibaca dan dipahami kembali, sekian untuk hari ini sampai jumpa di pertemuan selanjutnya anak-anak. Ibu akhiri pertemuan hari ini.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Selasa, 10 Maret 2026

Prinsip Gorong Royong Dalam Harmoni Keberagaman (X.6, X.7, X.8)

 Identitas :

Nama Guru : Latifa Linda Aryanti, S.Pd

Mata Pelajaran : PKn

Kelas : X/E.6, X/E.7 & X/E.8

Pertemuan : 7

Materi : Bhineka Tunggal Ika

Tujuan Pembelajaran : 
  1. Peserta didik mampu memahami perwujuan gotong royong dalam kegiatan perekonomian Indonesia
  2. Peserta didik mampu menjelaskan sistem ekonomi Pancasila
Metode Pembelajaran : Diskusi dan Tanya Jawab

Model Pembelajaran : Problem Base Learning

Assalamualaikum Wr. Wb

Bagaimana kabarnya anak – anak Ibu sayangi semoga semuanya dalam keadaan bahagia, sehat dan semangat ya mengikuti kegiatan pembelajaran pada hari ini. Sebelum memulai kegiatan kita hari ini kita berdoa terlebih dahulu ya nak. 

Materi yang akan kita bahas Prinsip Gotong Royong untuk Membangun Harmoni dalam Keberagaman.

1. Makna Umum Gotong Royong
Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat hidup sendiri. Manusia senantiasa membutuhkan bantuan orang lain. Hal ini menjadi fitrah manusia. Oleh karena itu, dalam kehidupan masyarakat diperlukan adanya kerja sama, gotong royong, dan sikap saling membantu untuk menyelesaikan berbagai permasalahan hidup.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata gotong royong bermakna bekerja bersama-sama (tolong-menolong, bantu-membantu). Kata gotong royong sendiri berasal dari bahasa Jawa, yaitu gotong dan royong. Gotong, artinya pikul atau angkat, sedangkan royong berarti bersama-sama. Dengan demikian, secara harfiah gotong royong dapat diartikan mengangkat beban secara bersama-sama agar beban menjadi ringan

2. Makna Penting Gotong Royong
Sebagai identitas budaya bangsa Indonesia, tradisi gotong royong yang sarat dengan nilai-nilai luhur harus kita lestarikan. Terlebih lagi Indonesia merupakan negara yang majemuk, baik dari sisi agama, budaya, suku maupun bahasa. Gotong royong dapat merekatkan dan menguatkan solidaritas sosial. Ia melahirkan sikap kebersamaan, tolóng-menolong, dan menghargai perbedaan. 

Berikut ini adalah manfaat dan tujuan adanya gotong royong di kalangan masyarakat Indonesia, antara lain sebagai berikut.
a. Menumbuhkan rasa kebersamaan antarmasyarakat.
b. Tolong-menolong antarmasyarakat yang membutuhkan pertolongan.
c. Menjalin kesatuan dan persatuan antarmasyarakat.
d. Mempererat silahturahmi kekeluargaan.
e. Memberikan sosialisasi yang baik bagi masyarakat.

Dalam budaya gotong royong juga mencerminkan perwujudan nilai-nilai Pancasila. Berikut ini adalah nilai gotong royong yang terkandung dalam sila-sila Pancasila.

a. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, di mana gotong royong dapat diartikan bernilai ibadah.
b. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab, di mana gotong royong pasti didasari atas asas kemanusiaan.
c. Sila Persatuan Indonesia, di mana tidak ada gotong rotong tanpa persatuan.
d. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan bahwa di dalam gotong royong pasti terdapat musyawarah.
e. Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia mencerminkan tujuan akhir gotong royong adalah untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Demikian materi yang bisa ibu sampaikan, terimakasih untuk hari ini anak-anak, jangan lupa dirumah dibaca dan dipahami kembali, sekian untuk hari ini sampai jumpa di pertemuan selanjutnya anak-anak. Ibu akhiri pertemuan hari ini.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Senin, 09 Maret 2026

Prinsip Gotong Royong Dalam Harmoni Keberagaman (X.5)

Identitas :

Nama Guru : Latifa Linda Aryanti, S.Pd

Mata Pelajaran : PKn

Kelas : X/E.5

Pertemuan : 7

Materi : Bhineka Tunggal Ika

Tujuan Pembelajaran : 
  1. Peserta didik mampu memahami perwujuan gotong royong dalam kegiatan perekonomian Indonesia
  2. Peserta didik mampu menjelaskan sistem ekonomi Pancasila
Metode Pembelajaran : Diskusi dan Tanya Jawab

Model Pembelajaran : Problem Base Learning

Assalamualaikum Wr. Wb

Bagaimana kabarnya anak – anak Ibu sayangi semoga semuanya dalam keadaan bahagia, sehat dan semangat ya mengikuti kegiatan pembelajaran pada hari ini. Sebelum memulai kegiatan kita hari ini kita berdoa terlebih dahulu ya nak. 

Materi yang akan kita bahas Prinsip Gotong Royong untuk Membangun Harmoni dalam Keberagaman.

1. Makna Umum Gotong Royong
Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat hidup sendiri. Manusia senantiasa membutuhkan bantuan orang lain. Hal ini menjadi fitrah manusia. Oleh karena itu, dalam kehidupan masyarakat diperlukan adanya kerja sama, gotong royong, dan sikap saling membantu untuk menyelesaikan berbagai permasalahan hidup.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata gotong royong bermakna bekerja bersama-sama (tolong-menolong, bantu-membantu). Kata gotong royong sendiri berasal dari bahasa Jawa, yaitu gotong dan royong. Gotong, artinya pikul atau angkat, sedangkan royong berarti bersama-sama. Dengan demikian, secara harfiah gotong royong dapat diartikan mengangkat beban secara bersama-sama agar beban menjadi ringan

2. Makna Penting Gotong Royong
Sebagai identitas budaya bangsa Indonesia, tradisi gotong royong yang sarat dengan nilai-nilai luhur harus kita lestarikan. Terlebih lagi Indonesia merupakan negara yang majemuk, baik dari sisi agama, budaya, suku maupun bahasa. Gotong royong dapat merekatkan dan menguatkan solidaritas sosial. Ia melahirkan sikap kebersamaan, tolóng-menolong, dan menghargai perbedaan. 

Berikut ini adalah manfaat dan tujuan adanya gotong royong di kalangan masyarakat Indonesia, antara lain sebagai berikut.
a. Menumbuhkan rasa kebersamaan antarmasyarakat.
b. Tolong-menolong antarmasyarakat yang membutuhkan pertolongan.
c. Menjalin kesatuan dan persatuan antarmasyarakat.
d. Mempererat silahturahmi kekeluargaan.
e. Memberikan sosialisasi yang baik bagi masyarakat.

Dalam budaya gotong royong juga mencerminkan perwujudan nilai-nilai Pancasila. Berikut ini adalah nilai gotong royong yang terkandung dalam sila-sila Pancasila.

a. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, di mana gotong royong dapat diartikan bernilai ibadah.
b. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab, di mana gotong royong pasti didasari atas asas kemanusiaan.
c. Sila Persatuan Indonesia, di mana tidak ada gotong rotong tanpa persatuan.
d. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan bahwa di dalam gotong royong pasti terdapat musyawarah.
e. Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia mencerminkan tujuan akhir gotong royong adalah untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Demikian materi yang bisa ibu sampaikan, terimakasih untuk hari ini anak-anak, jangan lupa dirumah dibaca dan dipahami kembali, sekian untuk hari ini sampai jumpa di pertemuan selanjutnya anak-anak. Ibu akhiri pertemuan hari ini.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Peran Warga Negara Dalam Penyelesaian Konflik (XI.A3 & XI.A2)

Identitas :

Nama Guru : Latifa Linda Aryanti, S.Pd


Mata Pelajaran : PKn


Kelas/Fase : XI.A2 dan XI.A3

Pertemuan : 7


Materi : Harmoni Dalam Keberagaman


Tujuan Pembelajaran : 
  1. Peserta didik dapat menjelaskan dan menyajikan potensi konflik di lingkungan sekitar
  2. Peserta didik dapat memaparkan stategi dalam mengatasi konflik di masyarakat


Metode Pembelajaran : Ceramah, Tanya Jawab, Diskusi


Model Pembelajaran : Problem Based Learning


Assalamualaikum Wr. Wb

Bagaimana kabarnya anak – anak Ibu sayangi semoga semuanya dalam keadaan bahagia, sehat dan semangat ya mengikuti kegiatan pembelajaran pada hari ini. Sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran pada hari ini marilah kita berdoa terlebih dahulu. 

Kita akan masuk materi tentang peran masyarakat yang beragam dalam penyelesaian konflik.


1. Peran Serta Warga Negara dalam Penyelesaian Konflik

Sebagai warga negara yang baik, kita diharapkan mampu memberikan peran nyata dalam upaya penyelesaian konflik. Baik itu di lingkungan keluarga, sekolah masyarakat, maupun di kehidupan berbangsa dan bernegara. Adapun contoh perar nyata tersebut antara lain sebagai berikut.


a. Peran Serta di Lingkungan Keluarga


Keluarga memiliki andil besar dalam pembentukan karakter seseorang Keluarga juga merupakan agen sosialisasi yang pertama, sehingga akan sanga menentukan kepribadian seseorang. Mengingat begitu pentingnya peran keluarga, maka lingkungan keluarga wajib dijaga dari konflik yang tidak baik. Sebagai contoh seorang ayah harus mampu menengahi perbedaan pendapat antaranggota keluarga dengan cara bermusyawarah. Semua itu dilakukan demi mewujudkan situasi rumah yang kondusif dan jauh dari perselisihan.


b. Peran Serta di Lingkungan Sekolah


Sekolah merupakan tempat untuk menuntut ilmu sekaligus belajar mengenai etika dan moral. Namun begitu, sekolah juga berpotensi untuk menjadi tempat timbulnya konflik. Mengingat sekolah merupakan lingkungan yang beragam dan ditempati banyak orang. Oleh karena itu, sebagai pelajar Pancasila kamu wajib berperan aktif dalam menyelesaikan konflik yang terjadi. Tentunya dengan cara yang humanis dan sesuai nilai Pancasila. Sebagai contoh mempertemukan pihak yang berselisih saat pertandingan basket antarkelas. Pihak yang berselisih tersebut selanjutnya dimediasi, agar konflik segera dapat diselesaikan.


C. Peran Serta di Lingkungan Masyarakat


Sebagai anggota masyarakat, kita berkewajiban untuk mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, dan toleran. Kewajiban tersebut dapat ditempuh melalui beragam cara, yakni sebagai berikut.

1) Mengembangkan sikap toleransi.

2) Menghormati keberagaman yang ada.

3) Menghargai harkat dan martabat manusia.

4) Mengakui kesetaraan dan menjauhi sikap diskriminasi.

5) Memperkuat semangat persatuan dan kesatuan.


D. Peran Serta di Lingkungan Berbangsa dan Bernegara


Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang beragam. Baik beragam suku, agama, ras, adat istiadat, maupun pendapat. Keberagaman tersebut merupakan tantangan tersendiri dalam merawat persatuan dan kesatuan. Sebab, keberagaman bangsa Indonesia berpotensi menimbulkan konflik yang mengarah pada disintegrasi bangsa. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif masyarakat dalam mengatasi setiap konflik yang terjadi.


Demikian materi yang bisa ibu sampaikan, terimakasih untuk hari ini anak-anak, jangan lupa dirumah dibaca dan dipahami kembali, sekian untuk hari ini sampai jumpa di pertemuan selanjutnya anak-anak. Ibu akhiri pertemuan hari ini.

Wassalamualaikum Wr.Wb. 

Jumat, 06 Maret 2026

Identifikasi Potensi Konflik Dalam Masyarakat yang Beragam (XI.A1 & XI.C1)

Identitas :

Nama Guru : Latifa Linda Aryanti, S.Pd


Mata Pelajaran : PKn


Kelas/Fase : XI.A1 dan XI.C1

Pertemuan : 6


Materi : Harmoni Dalam Keberagaman


Capaian Pembelajaran : Peserta didik mampu menganalisis potensi konflik dan bersama-sama memberi solusi yang berkeadilan terhadap permasalahan keberagaman di masyarakat; menginisiasi kegiatan bersama dengan prinsip gotong royong dalam praktik hidup sehari-hari.


Tujuan Pembelajaran : 
  1. Peserta didik dapat menjelaskan dan menyajikan potensi konflik di lingkungan sekitar
  2. Peserta didik dapat memaparkan stategi dalam mengatasi konflik di masyarakat


Metode Pembelajaran : Ceramah, Tanya Jawab, Diskusi


Model Pembelajaran : Problem Based Learning


Assalamualaikum Wr. Wb

Bagaimana kabarnya anak – anak Ibu sayangi semoga semuanya dalam keadaan bahagia, sehat dan semangat ya mengikuti kegiatan pembelajaran pada hari ini. Sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran pada hari ini marilah kita berdoa terlebih dahulu.

Kita akan masuk materi tentang konflik masyarakat yang beragam.

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI) konflik merupakan percekcokan, perselisihan, dan pertentangan. Secara etimologis istilah konflik berasal dari bahasa Latin, yaitu 'con" yang berarti bersama dan 'fligere' yang berarti benturan atau tabrakan.


Identifikasi Potensi Konflik dalam masyarakat

Sikap masyarakat yang berpotensi di lingkungan yang beragam yaitu:

  1. Menguatnya sikap etnosentrisme dalam Masyarakat 
  2. Adanya Stereotipe terhadap kelompok lain
  3. Maraknya sikap Diskriminatif

Faktor Penyebab konflik dalam kelompok masyarakat

  1. Perbedaan pendapat antar kelompok
  2. Tidak berfungsinya norma-norma di masyarakat
  3. Adanya pertentangan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat
  4. Sanksi yang diberikan terhadap pelanggaran norma tidak tegas
  5. Perilaku anggota masyarakat bertentangan dengan norma
  6. Terjadinya perilaku disosiatif, yaitu proses yang mengarah pada persaingan tidak sehat, tindakan kontroversional, dan pertentangan.
Strategi Mengatasi Konflik dalam Mengatasi Konflik
Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang memiliki lima prinsip dasar penyelenggara negara. Lima prinsip tersebut dapat mengatasi konflik sosial di masyarakat.
  1. Ketuhanan yang maha esa : proses penyelesaian konflik dengan nilai religius
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab : prinsip ini mengedepankan pentingnya mengutamakan harkat dan martabat manusia, hal ini dapat dilakukan dengan penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) yang harus di patuhi oleh seluruh pihak,
  3. Persatuan Indonesia : mengedepankan persatuan dalam perbedaan, adanya rasa cinta tanah air.
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan : mengutamakan pentingnya bermusyawarah dalam setiap pengambilan keputusan.
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia : penegakan keadilan dan pemerataan bagi seluruh masyarakat.
Metode Penyelesaian Konflik
  1. Mediasi : Penyelesaian sengketa dengan bantuan mediator (pihak ketiga netral) yang bertindak sebagai fasilitator untuk membantu komunikasi, namun tidak berwenang mengambil keputusan atau memberi saran solusi.
  2. Negosiasi (Perundingan): Proses penyelesaian konflik secara langsung antar pihak yang bersengketa melalui dialog dan tawar-menawar tanpa melibatkan pihak ketiga, guna mencapai kesepakatan bersama.
  3. Arbitrase : Penyelesaian sengketa secara sukarela di luar peradilan umum berdasarkan perjanjian, di mana pihak ketiga (arbiter/badan arbitrase) yang dipilih memiliki wewenang memberikan putusan yang final dan mengikat secara hukum
  4. Konsiliasi : Metode penyelesaian sengketa melalui konsiliator yang lebih aktif dibandingkan mediator. Konsiliator dapat mempertemukan para pihak dan memberikan rekomendasi, saran, atau solusi atas masalah yang diperselisihkan.
Latihan soal


Demikian materi yang bisa ibu sampaikan, terimakasih untuk hari ini anak-anak, jangan lupa dirumah dibaca dan dipahami kembali, sekian untuk hari ini sampai jumpa di pertemuan selanjutnya anak-anak. Ibu akhiri pertemuan hari ini.

Wassalamualaikum Wr.Wb. 

Kamis, 05 Maret 2026

Gotong Royong Dalam Ekonomi Pancasila (X.2 & X.3)

   

Identitas :

Nama Guru : Latifa Linda Aryanti, S.Pd

Mata Pelajaran : PKn

Kelas : X/E.2 & X/E.3

Pertemuan : 6

Materi : Bhineka Tunggal Ika

Capaian Pembelajaran : Peserta didik mampu menginisiasi kegiatan bersama atau gotong royong dalam praktik hidup sehari-hari untuk membangun masyarakat sekitar dan masyarakat Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

Tujuan Pembelajaran : 
  1. Peserta didik mampu memahami perwujuan gotong royong dalam kegiatan perekonomian Indonesia
  2. Peserta didik mampu menjelaskan sistem ekonomi Pancasila
Metode Pembelajaran : Diskusi dan Tanya Jawab

Model Pembelajaran : Problem Base Learning

Assalamualaikum Wr. Wb

Bagaimana kabarnya anak – anak Ibu sayangi semoga semuanya dalam keadaan bahagia, sehat dan semangat ya mengikuti kegiatan pembelajaran pada hari ini. Sebelum memulai kegiatan kita hari ini kita berdoa terlebih dahulu ya nak. 

Materi yang akan kita bahas Perwujudan Gotong Royong dalam Ekonomi Pancasila

Sistem Ekonomi Pancasila
Sistem Ekonomi adalah suatu perangkat atau aturan yang dipergunakan suatu negara untuk mengelola dan mencapai tujuan perekonomian. Setiap negara memiliki sistem perekonomian yang berbeda-beda. Perbedaan sistem ekonomi ini dipengaruhi beberapa faktor seperti ideologi, kondisi masyarakat, kondisi perekonomian, serta sumber daya alam yang berbeda-beda.
Sistem Ekonomi bangsa Indonesia dikenal dengan sistem ekonomi Pancasila karena sistem ini berdasarkan pada ideologi Pancasila dan UUD NRI 1945. 

Emil salim merupakan tokoh yang pernah memperkenalkan istilah ekonomi Pancasila dan menyatakan bahwa sistem ekonomi Pancasila memiliki ciri berikut : 
  1. Peranan negara dan aparaturnya penting dalam sistem ekonomi
  2. Hubungan kerja antar lembaga-lembaga ekonomi tidak didasarkan pada dominasi modal (seperti dalam kapitalis) dan dominasi buruh (seperti dalam komunis)
  3. Masyarakat sebagai satu kesatuan memegang peranan sentral dalam sistem ekonomi Pancasila
  4. Negara menguasai bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di bumi bagi kemakmuran rakyat.
  5. Sistem ekonomi Pancasila tidak bebas nilai, artinya sistem ekonomi ini memengaruhi sikap dan perilaku masyarakat sehingga nilai yang harus dikembangkan adalah nilai-nilai Pancasila.
Berikut adalah karakteristik dan prinsip utama sistem ekonomi Pancasila:
  1. Asas Kekeluargaan dan Gotong Royong: Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan, di mana koperasi menjadi salah satu pilar utama.
  2. Peran Negara (Pasal 33 UUD 1945): Cabang produksi penting dan kekayaan alam (bumi, air, dsb.) dikuasai negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
  3. Demokrasi Ekonomi: Produksi dikerjakan oleh semua, untuk semua, di bawah pimpinan atau pemilikan anggota-anggota masyarakat.
  4. Keseimbangan Individu dan Sosial: Mengakui hak individu namun tetap menekankan pemerataan sosial dan keadilan, menolak sistem ekonomi liberal murni (kapitalis) maupun sosialis.
  5. Etika dan Moral: Roda perekonomian digerakkan oleh rangsangan ekonomi, moral, dan sosial. 

Pilar Implementasi

Penerapan sistem ini di Indonesia terlihat melalui tiga aktor utama: 

  1. BUMN: Mengelola sektor strategis negara.
  2. Koperasi: Disebut sebagai soko guru perekonomian yang mencerminkan asas kekeluargaan.
  3. Sektor Swasta: Berperan dalam menggerakkan ekonomi dengan tetap memperhatikan regulasi negara dan tanggung jawab sosial

Latihan Soal
  1. Jelaskan dengan bahasamu sendiri, apa yang dimaksud dengan Sistem Ekonomi Pancasila? Mengapa sistem ini disebut berbeda dengan sistem ekonomi yang hanya mencari keuntungan pribadi?
  2. Sila kelima berbunyi "Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia". Berikan satu contoh kegiatan ekonomi di lingkungan sekitarmu (misal: di pasar atau di desa) yang menunjukkan rasa keadilan bagi semua orang!
  3. Salah satu pengamalan Ekonomi Pancasila adalah mencintai produk buatan Indonesia. Jelaskan mengapa dengan membeli produk lokal, kita membantu memperkuat ekonomi bangsa!
  4. Di Indonesia, sumber daya alam seperti air dan listrik dikelola oleh negara (melalui perusahaan negara). Menurut pendapatmu, apa tujuannya agar sumber daya tersebut tidak dikuasai oleh orang kaya secara pribadi?
  5. Dalam ekonomi kapitalis, orang berbisnis hanya untuk mencari untung sebesar-besarnya. Menurut Ekonomi Pancasila, selain mencari untung, apa hal penting lainnya yang harus diperhatikan oleh seorang pedagang?
Demikian materi yang bisa ibu sampaikan, terimakasih untuk hari ini anak-anak, jangan lupa dirumah dibaca dan dipahami kembali, sekian untuk hari ini sampai jumpa di pertemuan selanjutnya anak-anak. Ibu akhiri pertemuan hari ini.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Sistem Pertahanan & Keamanan Indonesia (X.1 &X.4)

  Identitas : Nama Guru : Latifa Linda Aryanti, S.Pd Mata Pelajaran : PKn Kelas : X.1 dan X.4 Pertemuan : 12 Materi : Sistem Pertahanan dan ...