Jumat, 29 Agustus 2025

Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa (XI.A1 dan XI.C1)

 


Identitas :

Nama Guru : Latifa Linda Aryanti, S.Pd


Mata Pelajaran : PKn


Kelas/Fase : XI.A1/F dan XI.C1/F

Pertemuan : 7


Materi : Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa


Capaian Pembelajaran : Peserta didik mendeskripsikan keterkaitan sila-sila dalam Pancasila, kedudukan Pancasila sebagai ideologi negara, identitas nasional, serta peluang dan tantangan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan global


Tujuan Pembelajaran : 

  1. Peserta didik mampu menganalisis kerkaitan dan makna setiap Sila yang terdapat dalam Pancasila dan mampu menjelaskan dalam setiap konsep pengamalan Sila tersebut
  2. Peserta didik dapat menjelaskan hakikat Pancasila sebagai ideologi negara


Metode Pembelajaran : 

  • Ceramah & Tanya Jawab
  • Problem Based Learning

Assalamualaikum Wr. Wb

Bagaimana kabarnya anak – anak Ibu sayang semoga semuanya dalam keadaan bahagia, sehat dan semangat ya mengikuti kegiatan pembelajaran pada hari ini. 

Hari ini kita akan membahas tentang Pancasila Sebagai Ideologi Negara

Pancasila Sebagai Ideologi Negara

Ideologi adalah seperangkat ide, pandangan, nilai, keyakinan, dan norma yang dijadikan dasar dan pedoman bagi seseorang atau kelompok dalam memahami, menafsirkan, dan bertindak dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Ideologi berfungsi sebagai kerangka berpikir yang mempengaruhi bagaimana individu atau kelompok melihat dunia, serta bagaimana mereka ingin membentuk masa depan. 

Pancasila sebagai ideologi negara merupakan dasar serta pedoman bagi kehidupan berbangsa dan bernegara bangsa Indonesia. Ideologi ini mencerminkan nilai - nilai luhur yang digali dari budaya bangsa dan menjadi landasan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pemerintahan hingga interaksi sosial. Pancasila sebagai ideologi terbuka, dinamis, dan mampu mengikuti perkembangan zaman, namun tetap berlandaskan pada nilai - nilai dasar yang terkandung di dalamnya.

Pancasila sebagai ideologi negara bermakna bahwa seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Indonesia berpedoman pada nilai - nilai yang terkandung dalam Pancasila. Pancasila bukan hanya sekadar konsep, tetapi menjadi jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia, serta menjadi sumber dari segala sumber hukum. 

Fungsi Pancasila Sebagai Ideologi Negara :

  1. Menyatukan bangsa Indonesia, memperkokoh dan memelihara kesatuan dan persatuan.
  2. Membimbing dan mengarahkan bangsa Indonesia untuk mencapai tujuannya.
  3. Memberikan kemauan untuk memelihara dan mengembangkan identitas bangsa Indonesia.
  4. Menerangi dan mengawasi keadaan, serta kritis kepada adanya upaya untuk mewujudkan cita - cita yang terkandung di dalam pancasila.

Dengan memahami Pancasila sebagai ideologi negara, masyarakat Indonesia diharapkan dapat mengamalkan nilai - nilainya dalam kehidupan sehari - hari, menjaga keutuhan bangsa, dan mencapai tujuan nasional. Pancasila memilikki nilai – nilai luhur yang telah hidup dalam masyarakat Indonesia. Para pendiri negara juga telah bersepakat dalam siding PPKI 18 Agustus 1945, dimana salah 1 keputusan sidang adalah mengesahkan Undang – Undang Dasar 1945 yang di dalamnya terdapat dasar negara Pancasila. Pancasila menjadi landasan untuk mewujudkan cita – cita dan tujuan negara sebagaimana yang tercantum di dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945.

Demikian pembelajaran kita pada hari ini, terkait pembahasan materi Jiwa Pancasila, Pancasila Dalam Tindakan & Ideologi Negara. Kita akan kembali melanjutkan materi pada pertemuan selanjutnya. Terimakasih anak – anak Ibu Kelas XI, semoga dapat memahami materi ini dengan baik, dan untuk pemahaman mendalam terkait materi ada tugas yang harus kalian kerjakan. Berikut ibu lampirkan dibawah ini, semoga dapat memahami dan mengerjakannya dengan sebaik mungkin ya nak, sampai jumpa di pertemuan selanjutnya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Rangkuman materi di atas bisa klik link di bawah ini ya nak
https://gamma.app/docs/Pancasila-Jiwa-Bangsa-d

Kamis, 28 Agustus 2025

Penerapan Nilai Pancasila (X.2 dan X.3)

  


Identitas :

Nama Guru : Latifa Linda Aryanti, S.Pd

Mata Pelajaran : PKn

Kelas/Fase : X.2/E dan X.3/E

Pertemuan : 7

Materi : Penerapan Nilai Pancasila

Capaian Pembelajaran : Peserta didik mampu menganalisis cara pandang para pendiri negara tentang dasar negara; menganalisis kedudukan Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi negara; merumuskan gagasan solutif untuk mengatasi perilaku yang bertentangan dengan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran : Menerapkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Metode Pembelajaran : 

  1. Ceramah & Tanya Jawab
  2. Problem Based Learning

Assalamualaikum Wr. Wb

Bagaimana kabarnya anak – anak Ibu Sayang semoga semuanya dalam keadaan bahagia, sehat dan semangat ya mengikuti kegiatan pembelajaran pada hari ini. Pada pertemuan hari ini kita akan membahas tentang Penerapan Nilai-Nilai Pancasila.

Penerapan Nilai Pancasila di Lingkungan Masyarakat


Sila ke-1 (Ketuhanan Yang Maha Esa):

  1. Menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama. 
  2. Memberikan kebebasan kepada orang lain untuk beribadah sesuai agama masing-masing. 
  3. Tidak menghina atau merendahkan kepercayaan orang lain. 
Sila ke-2 (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab):
  1. Menghargai hak asasi manusia dan bersikap sopan santun
  2. Saling menolong dan menunjukkan kepedulian kepada tetangga yang kesulitan atau terkena musibah. 
  3. Tidak melakukan perundungan (bullying) atau tindakan kekerasan lainnya. 

Sila ke-3 (Persatuan Indonesia):
  1. Ikut serta dalam kegiatan gotong royong untuk kepentingan bersama. 
  2. Bangga menggunakan produk dalam negeri. 
  3. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan tidak membedakan suku, ras, atau agama. 
Sila ke-4 (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan): 
  1. Menyelesaikan masalah melalui musyawarah untuk mencapai mufakat. 
  2. Melaksanakan hasil musyawarah dengan penuh tanggung jawab. 
  3. Menghargai pendapat orang lain dalam diskusi atau rapat. 
Sila ke-5 (Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia):
  1. Berbuat adil kepada siapa pun tanpa memandang suku, agama, ras, dan status sosial. 
  2. Menghargai hasil karya orang lain. 
  3. Mewujudkan keadilan sosial dan menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban

Demikian pertemuan pertama kita pada hari ini, ibu kira sudah cukup materi yang dapat ibu sampaikan, jangan lupa terus belajar dan membaca literasi di rumah ya nak. Atas perhatian dan kerjasama hari ini ibu ucapkan terimakasih. 

Wassalamualaikum Wr. Wb

Rabu, 27 Agustus 2025

Penerapan Nilai Pancasila (X.1 dan X.4)

 


Identitas :

Nama Guru : Latifa Linda Aryanti, S.Pd

Mata Pelajaran : PKn

Kelas/Fase : X.1/E dan X.4/E

Pertemuan : 7

Materi : Penerapan Nilai Pancasila

Capaian Pembelajaran : Peserta didik mampu menganalisis cara pandang para pendiri negara tentang dasar negara; menganalisis kedudukan Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi negara; merumuskan gagasan solutif untuk mengatasi perilaku yang bertentangan dengan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran : Menerapkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Metode Pembelajaran : 

  1. Ceramah & Tanya Jawab
  2. Problem Based Learning

Assalamualaikum Wr. Wb

Bagaimana kabarnya anak – anak Ibu Sayang semoga semuanya dalam keadaan bahagia, sehat dan semangat ya mengikuti kegiatan pembelajaran pada hari ini. Pada pertemuan hari ini kita akan membahas tentang Penerapan Nilai-Nilai Pancasila.

Penerapan Nilai Pancasila di Lingkungan Masyarakat


Sila ke-1 (Ketuhanan Yang Maha Esa):

  1. Menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama. 
  2. Memberikan kebebasan kepada orang lain untuk beribadah sesuai agama masing-masing. 
  3. Tidak menghina atau merendahkan kepercayaan orang lain. 
Sila ke-2 (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab):
  1. Menghargai hak asasi manusia dan bersikap sopan santun
  2. Saling menolong dan menunjukkan kepedulian kepada tetangga yang kesulitan atau terkena musibah. 
  3. Tidak melakukan perundungan (bullying) atau tindakan kekerasan lainnya. 

Sila ke-3 (Persatuan Indonesia):
  1. Ikut serta dalam kegiatan gotong royong untuk kepentingan bersama. 
  2. Bangga menggunakan produk dalam negeri. 
  3. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan tidak membedakan suku, ras, atau agama. 
Sila ke-4 (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan): 
  1. Menyelesaikan masalah melalui musyawarah untuk mencapai mufakat. 
  2. Melaksanakan hasil musyawarah dengan penuh tanggung jawab. 
  3. Menghargai pendapat orang lain dalam diskusi atau rapat. 
Sila ke-5 (Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia):
  1. Berbuat adil kepada siapa pun tanpa memandang suku, agama, ras, dan status sosial. 
  2. Menghargai hasil karya orang lain. 
  3. Mewujudkan keadilan sosial dan menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban

Demikian pertemuan pertama kita pada hari ini, ibu kira sudah cukup materi yang dapat ibu sampaikan, jangan lupa terus belajar dan membaca literasi di rumah ya nak. Atas perhatian dan kerjasama hari ini ibu ucapkan terimakasih. 

Wassalamualaikum Wr. Wb

Selasa, 26 Agustus 2025

Penerapan Nilai Pancasila (X.6, X.7 dan X.8)

 


Identitas :

Nama Guru : Latifa Linda Aryanti, S.Pd

Mata Pelajaran : PKn

Kelas/Fase : X.6/E, X.7/E dan X.8/E

Pertemuan : 7

Materi : Penerapan Nilai Pancasila

Capaian Pembelajaran : Peserta didik mampu menganalisis cara pandang para pendiri negara tentang dasar negara; menganalisis kedudukan Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi negara; merumuskan gagasan solutif untuk mengatasi perilaku yang bertentangan dengan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran : Menerapkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Metode Pembelajaran : 

  1. Ceramah & Tanya Jawab
  2. Problem Based Learning

Assalamualaikum Wr. Wb

Bagaimana kabarnya anak – anak Ibu Sayang semoga semuanya dalam keadaan bahagia, sehat dan semangat ya mengikuti kegiatan pembelajaran pada hari ini. Pada pertemuan hari ini kita akan membahas tentang Penerapan Nilai-Nilai Pancasila.

Penerapan Nilai Pancasila di Lingkungan Masyarakat


Sila ke-1 (Ketuhanan Yang Maha Esa):

  1. Menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama. 
  2. Memberikan kebebasan kepada orang lain untuk beribadah sesuai agama masing-masing. 
  3. Tidak menghina atau merendahkan kepercayaan orang lain. 
Sila ke-2 (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab):
  1. Menghargai hak asasi manusia dan bersikap sopan santun
  2. Saling menolong dan menunjukkan kepedulian kepada tetangga yang kesulitan atau terkena musibah. 
  3. Tidak melakukan perundungan (bullying) atau tindakan kekerasan lainnya. 

Sila ke-3 (Persatuan Indonesia):
  1. Ikut serta dalam kegiatan gotong royong untuk kepentingan bersama. 
  2. Bangga menggunakan produk dalam negeri. 
  3. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan tidak membedakan suku, ras, atau agama. 
Sila ke-4 (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan): 
  1. Menyelesaikan masalah melalui musyawarah untuk mencapai mufakat. 
  2. Melaksanakan hasil musyawarah dengan penuh tanggung jawab. 
  3. Menghargai pendapat orang lain dalam diskusi atau rapat. 
Sila ke-5 (Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia):
  1. Berbuat adil kepada siapa pun tanpa memandang suku, agama, ras, dan status sosial. 
  2. Menghargai hasil karya orang lain. 
  3. Mewujudkan keadilan sosial dan menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban

Demikian pertemuan pertama kita pada hari ini, ibu kira sudah cukup materi yang dapat ibu sampaikan, jangan lupa terus belajar dan membaca literasi di rumah ya nak. Atas perhatian dan kerjasama hari ini ibu ucapkan terimakasih. 

Wassalamualaikum Wr. Wb

Senin, 25 Agustus 2025

Penerapan Nilai Pancasila (X.5)


Identitas :

Nama Guru : Latifa Linda Aryanti, S.Pd

Mata Pelajaran : PKn

Kelas/Fase : X.5/E 

Pertemuan : 7

Materi : Penerapan Nilai Pancasila

Capaian Pembelajaran : Peserta didik mampu menganalisis cara pandang para pendiri negara tentang dasar negara; menganalisis kedudukan Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi negara; merumuskan gagasan solutif untuk mengatasi perilaku yang bertentangan dengan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran : Menerapkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Metode Pembelajaran : 

  1. Ceramah & Tanya Jawab
  2. Problem Based Learning

Assalamualaikum Wr. Wb

Bagaimana kabarnya anak – anak Ibu Sayang semoga semuanya dalam keadaan bahagia, sehat dan semangat ya mengikuti kegiatan pembelajaran pada hari ini. Pada pertemuan hari ini kita akan membahas tentang Penerapan Nilai-Nilai Pancasila.

Penerapan Nilai Pancasila di Lingkungan Masyarakat


Sila ke-1 (Ketuhanan Yang Maha Esa):

  1. Menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama. 
  2. Memberikan kebebasan kepada orang lain untuk beribadah sesuai agama masing-masing. 
  3. Tidak menghina atau merendahkan kepercayaan orang lain. 
Sila ke-2 (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab):
  1. Menghargai hak asasi manusia dan bersikap sopan santun
  2. Saling menolong dan menunjukkan kepedulian kepada tetangga yang kesulitan atau terkena musibah. 
  3. Tidak melakukan perundungan (bullying) atau tindakan kekerasan lainnya. 

Sila ke-3 (Persatuan Indonesia):
  1. Ikut serta dalam kegiatan gotong royong untuk kepentingan bersama. 
  2. Bangga menggunakan produk dalam negeri. 
  3. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan tidak membedakan suku, ras, atau agama. 
Sila ke-4 (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan): 
  1. Menyelesaikan masalah melalui musyawarah untuk mencapai mufakat. 
  2. Melaksanakan hasil musyawarah dengan penuh tanggung jawab. 
  3. Menghargai pendapat orang lain dalam diskusi atau rapat. 
Sila ke-5 (Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia):
  1. Berbuat adil kepada siapa pun tanpa memandang suku, agama, ras, dan status sosial. 
  2. Menghargai hasil karya orang lain. 
  3. Mewujudkan keadilan sosial dan menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban

Demikian pertemuan pertama kita pada hari ini, ibu kira sudah cukup materi yang dapat ibu sampaikan, jangan lupa terus belajar dan membaca literasi di rumah ya nak. Atas perhatian dan kerjasama hari ini ibu ucapkan terimakasih. 

Wassalamualaikum Wr. Wb

Pancasila Sebagai Ideologi Negara (XI.A2 &XI.A3)


Identitas :

Nama Guru : Latifa Linda Aryanti, S.Pd


Mata Pelajaran : PKn


Kelas/Fase : XI.A2/F dan XI.A3/F

Pertemuan : 7


Materi : Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa


Capaian Pembelajaran : Peserta didik mendeskripsikan keterkaitan sila-sila dalam Pancasila, kedudukan Pancasila sebagai ideologi negara, identitas nasional, serta peluang dan tantangan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan global


Tujuan Pembelajaran : 

  1. Peserta didik mampu menganalisis kerkaitan dan makna setiap Sila yang terdapat dalam Pancasila dan mampu menjelaskan dalam setiap konsep pengamalan Sila tersebut
  2. Peserta didik dapat menjelaskan hakikat Pancasila sebagai ideologi negara


Metode Pembelajaran : 

  • Ceramah & Tanya Jawab
  • Problem Based Learning

Assalamualaikum Wr. Wb

Bagaimana kabarnya anak – anak Ibu sayang semoga semuanya dalam keadaan bahagia, sehat dan semangat ya mengikuti kegiatan pembelajaran pada hari ini. 

Hari ini kita akan membahas tentang Pancasila Sebagai Ideologi Negara

Pancasila Sebagai Ideologi Negara

Ideologi adalah seperangkat ide, pandangan, nilai, keyakinan, dan norma yang dijadikan dasar dan pedoman bagi seseorang atau kelompok dalam memahami, menafsirkan, dan bertindak dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Ideologi berfungsi sebagai kerangka berpikir yang mempengaruhi bagaimana individu atau kelompok melihat dunia, serta bagaimana mereka ingin membentuk masa depan. 

Pancasila sebagai ideologi negara merupakan dasar serta pedoman bagi kehidupan berbangsa dan bernegara bangsa Indonesia. Ideologi ini mencerminkan nilai - nilai luhur yang digali dari budaya bangsa dan menjadi landasan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pemerintahan hingga interaksi sosial. Pancasila sebagai ideologi terbuka, dinamis, dan mampu mengikuti perkembangan zaman, namun tetap berlandaskan pada nilai - nilai dasar yang terkandung di dalamnya.

Pancasila sebagai ideologi negara bermakna bahwa seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Indonesia berpedoman pada nilai - nilai yang terkandung dalam Pancasila. Pancasila bukan hanya sekadar konsep, tetapi menjadi jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia, serta menjadi sumber dari segala sumber hukum. 

Fungsi Pancasila Sebagai Ideologi Negara :

  1. Menyatukan bangsa Indonesia, memperkokoh dan memelihara kesatuan dan persatuan.
  2. Membimbing dan mengarahkan bangsa Indonesia untuk mencapai tujuannya.
  3. Memberikan kemauan untuk memelihara dan mengembangkan identitas bangsa Indonesia.
  4. Menerangi dan mengawasi keadaan, serta kritis kepada adanya upaya untuk mewujudkan cita - cita yang terkandung di dalam pancasila.

Dengan memahami Pancasila sebagai ideologi negara, masyarakat Indonesia diharapkan dapat mengamalkan nilai - nilainya dalam kehidupan sehari - hari, menjaga keutuhan bangsa, dan mencapai tujuan nasional. Pancasila memilikki nilai – nilai luhur yang telah hidup dalam masyarakat Indonesia. Para pendiri negara juga telah bersepakat dalam siding PPKI 18 Agustus 1945, dimana salah 1 keputusan sidang adalah mengesahkan Undang – Undang Dasar 1945 yang di dalamnya terdapat dasar negara Pancasila. Pancasila menjadi landasan untuk mewujudkan cita – cita dan tujuan negara sebagaimana yang tercantum di dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945.

Demikian pembelajaran kita pada hari ini, terkait pembahasan materi Jiwa Pancasila, Pancasila Dalam Tindakan & Ideologi Negara. Kita akan kembali melanjutkan materi pada pertemuan selanjutnya. Terimakasih anak – anak Ibu Kelas XI, semoga dapat memahami materi ini dengan baik, dan untuk pemahaman mendalam terkait materi ada tugas yang harus kalian kerjakan. Berikut ibu lampirkan dibawah ini, semoga dapat memahami dan mengerjakannya dengan sebaik mungkin ya nak, sampai jumpa di pertemuan selanjutnya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Rangkuman materi di atas bisa klik link di bawah ini ya nak
https://gamma.app/docs/Pancasila-Jiwa-Bangsa-d

Jumat, 22 Agustus 2025

Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa (XI.A1 dan XI.C1)

  

Identitas :

Nama Guru : Latifa Linda Aryanti, S.Pd


Mata Pelajaran : PKn


Kelas/Fase : XI.A1/F dan XI.C1/F

Pertemuan : 6


Materi : Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa


Capaian Pembelajaran : Peserta didik mendeskripsikan keterkaitan sila-sila dalam Pancasila, kedudukan Pancasila sebagai ideologi negara, identitas nasional, serta peluang dan tantangan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan global


Tujuan Pembelajaran : 

  1. Peserta didik mampu menganalisis kerkaitan dan makna setiap Sila yang terdapat dalam Pancasila dan mampu menjelaskan dalam setiap konsep pengamalan Sila tersebut
  2. Peserta didik dapat menjelaskan hakikat Pancasila sebagai ideologi negara


Metode Pembelajaran : 

  • Ceramah & Tanya Jawab
  • Problem Based Learning

Assalamualaikum Wr. Wb

Bagaimana kabarnya anak – anak Ibu sayang semoga semuanya dalam keadaan bahagia, sehat dan semangat ya mengikuti kegiatan pembelajaran pada hari ini. 

Hari ini kita akan membahas tentang Generasi Muda Menjiwai Pancasila

A. Generasi Muda Menjiwai Pancasila

Jiwa Pancasila dalam perbuatan/tindakan, dapat ditunjukkan dalam beberapa aktivitas/kegiatan berikut, yaitu diantaranya :

  1. Mempraktikkan nilai – nilai Pancasila dalam kegiatan Pramuka
  2. Mempraktikkan nilai - nilai Pancasila dalam kegiatan penanggulangan bencana alam/musibah lainnya
  3. Praktik gotong royong dalam menyelesaikan pekerjaan untuk kepentingan bersama – sama
  4. Memperingati hari Kesaktian Pancasila melalui upacara bendera dan kegiatan lainnya yang terkait dengan tema bela negara/nasionalisme
  5. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya sebelum memulai kegiatan formal
  6. Menyanyikan lagu bertema Pancasila untuk meningkatan rasa nasionalisme

B. Wujud Semangat Nasionalisme

Sikap nasionalisme tidak hanya penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Akan tetapi, sikap nasionalisme juga dapat membantu membangun karakter bangsa yang kuat dan mandiri. Sikap nasionalisme merupakan perwujudan rasa cinta dan kebanggaan terhadap tanah air, serta semangat untuk mempertahankan keberadaan bangsa/negara. Sikap nasionalisme juga mengajarkan kepada kita untuk dapat menjunjung tinggi nilai – nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai dasar persatuan dan kesatuan bangsa. Perwujudan semangat nasionalisme dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, yaitu diantaranya sebagai berikut :

  1. Menghormati simbol – simbol negara
  2. Ikut serta dan mendukung upaya peningkatan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia
  3. Menghargai keberagaman budaya dan tradisi suku lain
  4. Mempelajari adat istiadat dan budaya suku lain
  5. Menghargai upacara adat suku lain
  6. Melestarikan kuliner nusantara 
  7. Menjaga kelestarian lingkungan alam sekitar

C. Pancasila Sebagai Ideologi Negara

Ideologi adalah seperangkat ide, pandangan, nilai, keyakinan, dan norma yang dijadikan dasar dan pedoman bagi seseorang atau kelompok dalam memahami, menafsirkan, dan bertindak dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Ideologi berfungsi sebagai kerangka berpikir yang mempengaruhi bagaimana individu atau kelompok melihat dunia, serta bagaimana mereka ingin membentuk masa depan. 

Pancasila sebagai ideologi negara merupakan dasar serta pedoman bagi kehidupan berbangsa dan bernegara bangsa Indonesia. Ideologi ini mencerminkan nilai - nilai luhur yang digali dari budaya bangsa dan menjadi landasan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pemerintahan hingga interaksi sosial. Pancasila sebagai ideologi terbuka, dinamis, dan mampu mengikuti perkembangan zaman, namun tetap berlandaskan pada nilai - nilai dasar yang terkandung di dalamnya.

Pancasila sebagai ideologi negara bermakna bahwa seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Indonesia berpedoman pada nilai - nilai yang terkandung dalam Pancasila. Pancasila bukan hanya sekadar konsep, tetapi menjadi jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia, serta menjadi sumber dari segala sumber hukum. 

Ciri - Ciri Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka :

  1. Dinamis & Fleksibel : Artinya, mampu mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat, namun tetap berpegang pada nilai dasar.
  2. Menghargai Keberagaman : Artinya, menjunjung tinggi perbedaan suku, agama, ras, dan budaya yang ada di Indonesia.
  3. Berorientasi Pada Kemajuan : Artinya, mendorong pembangunan dan perkembangan bangsa menuju cita - cita bersama.
  4. Berlandaskan Nilai - Nilai Dasar : Artinya, ke - 5 sila dalam Pancasila menjadi dasar dalam setiap tindakan dan kebijakan. 

Arti Penting Pancasila Sebagai Ideologi Negara :

  1. Jiwa Bangsa : Pancasila adalah identitas dan kepribadian bangsa Indonesia.
  2. Pandangan Hidup : Pancasila memberikan arah dan pedoman dalam menjalani kehidupan.
  3. Dasar Negara : Pancasila menjadi landasan dalam penyelenggaraan negara dan pemerintahan.
  4. Sumber Dari Segala Sumber Hukum : Pancasila menjadi sumber dari segala sumber hukum di Indonesia. 

Unsur - Unsur Dari Pancasila :

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa : Mengakui adanya Tuhan dan menjunjung tinggi nilai-nilai agama.
  2. Kemanusiaan yang Adil & Beradab : Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia.
  3. Persatuan Indonesia : Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
  4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan : Menjunjung tinggi nilai demokrasi dan musyawarah.
  5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia : Mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Ciri – Ciri Umum Dari Ideologi Pancasila :

  1. Bersumber Dari Masyarakat : Nilai - nilai Pancasila digali dari budaya dan nilai - nilai yang hidup dalam masyarakat.
  2. Menjunjung Tinggi Hak Asasi Manusia : Menjamin hak - hak dasar setiap warga negara.
  3. Mendukung Keberagaman : Menghargai dan merayakan perbedaan yang ada.
  4. Sistem Pemerintahan Terbuka : Memberikan ruang bagi partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. 

Fungsi Pancasila Sebagai Ideologi Negara :

  1. Menyatukan bangsa Indonesia, memperkokoh dan memelihara kesatuan dan persatuan.
  2. Membimbing dan mengarahkan bangsa Indonesia untuk mencapai tujuannya.
  3. Memberikan kemauan untuk memelihara dan mengembangkan identitas bangsa Indonesia.
  4. Menerangi dan mengawasi keadaan, serta kritis kepada adanya upaya untuk mewujudkan cita - cita yang terkandung di dalam pancasila.

Dengan memahami Pancasila sebagai ideologi negara, masyarakat Indonesia diharapkan dapat mengamalkan nilai - nilainya dalam kehidupan sehari - hari, menjaga keutuhan bangsa, dan mencapai tujuan nasional. Pancasila memilikki nilai – nilai luhur yang telah hidup dalam masyarakat Indonesia. Para pendiri negara juga telah bersepakat dalam siding PPKI 18 Agustus 1945, dimana salah 1 keputusan sidang adalah mengesahkan Undang – Undang Dasar 1945 yang di dalamnya terdapat dasar negara Pancasila. Pancasila menjadi landasan untuk mewujudkan cita – cita dan tujuan negara sebagaimana yang tercantum di dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945.

Demikian pembelajaran kita pada hari ini, terkait pembahasan materi Jiwa Pancasila, Pancasila Dalam Tindakan & Ideologi Negara. Kita akan kembali melanjutkan materi pada pertemuan selanjutnya. Terimakasih anak – anak Ibu Kelas XI, semoga dapat memahami materi ini dengan baik, dan untuk pemahaman mendalam terkait materi ada tugas yang harus kalian kerjakan. Berikut ibu lampirkan dibawah ini, semoga dapat memahami dan mengerjakannya dengan sebaik mungkin ya nak, sampai jumpa di pertemuan selanjutnya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Rangkuman materi di atas bisa klik link di bawah ini ya nak
https://gamma.app/docs/Pancasila-Jiwa-Bangsa-dan-Ideologi-Negara-0wtdhjp7ab7e6tr

Kamis, 21 Agustus 2025

Kedudukan & Nilai Pancasila (X.2 dan X.3)

    

Identitas :

Nama Guru : Latifa Linda Aryanti, S.Pd

Mata Pelajaran : PKn

Kelas/Fase : X.2/E, X.2/E

Pertemuan : 6

Materi : Kedudukan Pancasila

Capaian Pembelajaran : Peserta didik mampu menganalisis cara pandang para pendiri negara tentang dasar negara; menganalisis kedudukan Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi negara; merumuskan gagasan solutif untuk mengatasi perilaku yang bertentangan dengan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran : Mengalasis Kedudukan Pancasila sebagai Dasar Negara, Pandangan Hidup, dan Ideologi Negara.

Metode Pembelajaran : 

  1. Ceramah & Tanya Jawab
  2. Problem Based Learning

Assalamualaikum Wr. Wb

Bagaimana kabarnya anak – anak Ibu Sayang semoga semuanya dalam keadaan bahagia, sehat dan semangat ya mengikuti kegiatan pembelajaran pada hari ini. Pada pertemuan hari ini kita akan membahas tentang Kedudukan Pancasila sebagai Dasar Negara, Pandangan Hidup dan Ideologi Negara

Pada pidato Pancasila 1 Juni 1945, Sukarno menyebut Pancasila dengan dua istilah, yakni filosofische grondslag dan weltanschauung. Istilah filosofische grondslag berasal dari bahasa Belanda. Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia berarti “filsafat atau pemikiran yang menjadi norma dasar”. Istilah filosofische grondslag atau filsafat dasar negara dapat dimaknai sebagai nilai-nilai penting yang dijadikan dasar atau alasan dari didirikannya sebuah negara. 

Sukarno menggunakan kata weltanschauung untuk menjelaskan Pancasila sebagai sudut pandang bangsa Indonesia dalam memandang dunia. Dalam hal ini, kita dapat memaknai weltanschauung sebagai sebuah perspektif atau cara pandang yang dimiliki sebuah bangsa untuk melihat dan berpikir tentang apa yang ada di sekitarnya. 

Pancasila memiliki beberapa kedudukan, yaitu: 

(1) Pancasila sebagai dasar negara, 

(2) Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa, dan 

(3) Pancasila sebagai ideologi negara.

 

Pancasila Sebagai Dasar Negara

Pancasila sebagai dasar negara memiliki kedudukan sebagai berikut

  1. Sumber dari segala sumber hukum di Indonesia;
  2. mencakup suasana kebatinan Undang-Undang Dasar Tahun 1945;
  3. mewujudkan cita-cita hukum bagi hukum dasar negara;
  4. menjadi sumber semangat bagi Undang-Undang Dasar Tahun 1945;
  5. mengandung norma-norma yang mengharuskan Undang-Undang Dasar Tahun 1945 mewajibkan perintah maupun penyelenggara negara lain untuk memelihara budi pekerti luhur

Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan sumber dari segala sumber hukum di Indonesia. Kedudukan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum berimplikasi bahwa seluruh peraturan perundang-undangan di Indonesia tidak boleh bertentangan dengan Pancasila.

Pancasila sebagai Pandangan Hidup

Pancasila sebagai pandangan hidup dapat dimaknai sebagai sebuah tata nilai yang berfungsi seperti halnya budaya atau norma yang telah hidup turun-temurun di tengah-tengah masyarakat.

Fungsi Pancasila sebagai pandangan hidup ialah sebagai berikut

  1.  Pancasila merupakan pedoman menyelesaikan berbagai persoalan hidup masyarakat Indonesia.
  2. Pancasila dapat menjadi alat/cara untuk memecahkan berbagai problematika sosial, politik, ekonomi, dan budaya agar bangsa ini kian maju.
  3. Masyarakat Indonesia memiliki pedoman untuk membangun dirinya sesuai dengan cita-cita bangsa
  4. Pancasila mampu mempersatukan masyarakat dengan beragam perbedaan latar belakang

        Pancasila sebagai Ideologi Negara

Ideologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu ideos yang bermakna ide dan logos yang bermakna ilmu pengetahuan. Secara umum, ideologi dapat didefinisikan sebagai kumpulan ide, gagasan, keyakinan, kepercayaan yang menyeluruh, yang mengatur tingkah laku manusia dalam berbagai sendi kehidupan Dalam konteks ideologi negara, Pancasila dapat diartikan sebagai sistem kehidupan nasional yang mencakup dimensi politik, ekonomi, sosio-kultural, pertahanan, dan keamanan untuk mencapai tujuan negara yang didasarkan pada dasar negara.


Penerapan Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

Dalam konteks kehidupan berbangsa, sila pertama ini merefleksikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga mereka dapat melaksanakan ajaran-ajaran agamanya secara nyaman dan saksama tanpa mengalami gangguan.

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Sila kedua ini memberikan pengertian bahwa setiap bangsa Indonesia dijunjung tinggi, diakui, dan diperlakukan sesuai dengan harkat dan martabatnya selaku ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, sebagai warga negara, setiap manusia Indonesia memiliki derajat yang sama, hak dan kewajiban yang sama, sehingga segala tindakan yang melanggar “kemanusiaan” seperti perundungan (bullying), diskriminasi, dan kekerasan antarsesama tidak dapat dibenarkan. Sila ini secara eksplisit juga menyebut kata “adil dan beradab” yang berarti bahwa perlakuan terhadap sesama manusia harus adil dan sesuai dengan moral-etis serta adab yang berlaku. Sayangnya, kehidupan berbangsa kita tidak sepenuhnya dapat menerapkan hal ini. Masih banyak terjadi tindakan-tindakan yang tidak menghargai harkat dan martabat manusia, seperti perundungan, diskriminasi, ujaran kebencian, bahkan kekerasan terhadap peserta didik dan guru.

3. Persatuan Indonesia

Sila ketiga ini memberikan syarat mutlak kepada setiap bangsa Indonesia untuk menjunjung tinggi persatuan, melalui sila ini setiap bangsa Indonesia yang beragam ini diminta untuk bersatu padu, kompak tanpa perpecahan untuk bersama-sama memajukan bangsa dan negara Indonesia

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Dalam konteks berbangsa, sila ini menegaskan bahwa segala keputusan di lingkungan masyarakat harus dilakukan dengan penuh hikmat kebijaksanaan melalui mekanisme musyawarah. Karena itulah, untuk melaksanakan kegiatan/ program bersama di masyarakat harus ditempuh dengan cara musyawarah. Prinsip musyawarah ini menyadarkan kita bahwa setiap bangsa Indonesia memiliki hak, kedudukan, dan kewajiban yang setara sehingga tidak boleh ada seseorang atau satu kelompok yang merasa paling otoritatif dan merasa paling benar.

5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Keadilan adalah nilai universal yang harus dipraktikkan oleh setiap bangsa Indonesia. Keadilan di sini tidak hanya terkait dengan keadilan hukum. Dalam konteks kehidupan berbangsa, keadilan di sini dapat bermakna bahwa setiap bangsa Indonesia berada dalam posisi yang setara, baik terkait dengan harkat, martabat, hak, dan kewajibannya. Oleh karena itu, merendahkan orang lain karena, misalnya, status sosial, jenis kelamin, agama, dan budaya adalah bentuk dari ketidakadilan. Untuk bersikap adil harus dimulai dari cara pikir yang adil. Sayangnya, ada banyak ketidakadilan yang terjadi di sekitar kita. Sekadar contoh, perempuan mendapatkan perlakukan tidak adil karena keperempuanannya. Ia tidak mendapatkan hak belajar yang setara dengan laki-laki, dipaksa menikah muda, dan masih banyak contoh lain dari ketidakadilan ini dalam kehidupan masyarakat.

Latihan soal

Silahkan kerjakan soal pilgan dan essay yang ada di buku cetak pkn halaman 36-38. Tulis dibuku latihan pkn, untuk pilgan ditulis jawabannya saja dan untuk essay di tulis soalnya.

Demikian pertemuan pertama kita pada hari ini, ibu kira sudah cukup materi yang dapat ibu sampaikan, jangan lupa terus belajar dan membaca literasi di rumah ya nak. Atas perhatian dan kerjasama hari ini ibu ucapkan terimakasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb


a. 

Sistem Pertahanan & Keamanan Indonesia (X.1 &X.4)

  Identitas : Nama Guru : Latifa Linda Aryanti, S.Pd Mata Pelajaran : PKn Kelas : X.1 dan X.4 Pertemuan : 12 Materi : Sistem Pertahanan dan ...