Selasa, 07 Januari 2025

Asal Usul dan Makna Semboyan Bhineka Tunggal Ika (X.4)


Identitas :

Nama Guru : Latifa Linda Aryanti, S.Pd

Mata Pelajaran : PKn

Kelas : X.4

Pertemuan : 1

Materi : Bhineka Tunggal Ika

Capaian Pembelajaran : Peserta didik mampu menginisiasi kegiatan bersama atau gotong royong dalam praktik hidup sehari-hari untuk membangun masyarakat sekitar dan masyarakat Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

Tujuan Pembelajaran : Peserta didik mampu menjelaskan adal usul dan makna semboyan Bhineka Tunggal Ika dan mengenal sikap gotong royong sebagai perwujudan ekonomi Pancasila yang inklusif dan berkeadilan

Metode Pembelajaran : Diskusi dan Tanya Jawab

Assalamualaikum Wr. Wb.

Bagaimana kabarnya anak-anak sholeh sholeha? 
Sebelum memulai kegiatan hari ini mari kita berdoa terlebih dahulu ya nak.

Materi yang akan kita bahas hari ini yaitu asal-usul dan makna semboyan Bhineka Tunggal Ika

Asal-Usul Bhineka Tunggal Ika 

Kata Bhinneka Tunggal Ika diambil dari kutipan Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular pada kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14 Masehi. Semboyan negara ini diambil dari bahasa Jawa kuno. Kata “Bhinneka” artinya beraneka ragam atau berbeda-beda, kata “Tunggal” artinya satu, sedangkan “Ika” artinya itu. Secara harfiah, Bhinneka Tunggal Ika diterjemahkan menjadi “Beraneka Satu Itu”, yang bermakna meskipun berbeda-beda, tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap satu kesatuan.

Semboyan bangsa Indonesia ini dipakai sebagai gambaran persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Indonesia sendiri terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan. Fungsi mendasar Bhinneka Tunggal Ika adalah landasan persatuan dan kesatuan. Pada dasarnya, setiap kelompok memiliki kekurangan dan keunggulan masing-masing. Peran semboyan negara untuk membentuk dan menamkan pada masyarakat tentang keberagaman, sehingga tidak memicu konflik.

Semboyan Bangsa Indonesia dalam Aturan Negara

Semboyan ini terdapat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 66/1951, Lambang Negara. Ditetapkan di Jakarta tanggal 17 Oktober 1951 oleh Presiden Soekarno dan Perdana Menteri, Sukiman Wirjosandjojo. Pada pasal 1 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP) Nomor 66 Tahun 1951 dijelaskan mengenai tiga bagian lambang negara yakni sebagai berikut : 

  1. Burung Garuda yang menengok dengan kepala lurus ke sebelah kanan
  2. Perisai berupa jantung yang di gantung dengan rantai pada leher garuda
  3. Semboyan ditulis di atas pita yang di cengkram oleh garuda

Makna Semboyan Bhineka Tunggal Ika 

Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki keberagaman suku, bangsa, agama, ras, bahasa, budaya, adat istiadat, dan sebagainya. Keberagaman itulah yang membuat Indonesia berbeda dengan bangsa lain. Merawat perbedaan-perbedaan yang ada merupakan tugas bersama sebagai warga negara. Apabila tidak disikapi dengan baik dan bijak maka akan memicu terjadinya konflik. Oleh karena itu, semboyan Bhineka Tunggal Ika sebagai dorongan dan semnangat untuk mencapai persatuan dalam keberagaman. 

Tugas Individu

Carilah contoh satu kasus di berita baik dari media cetak atau media masa mengenai peristiwa di dalam masyarakat yang menurut anda bertentangan dengan makna Bhineka Tunggal Ika lalu berikan pendapat anda bagaimana solusi dalam menanggapi masalah tersebut. Tugas di kumpulkan dalam bentuk print out dan dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya.

Demikian Materi yang dapat ibu sampaikan atas perhatian dan kerjasamanya ibu ucapkan terimakasih.


Wassalamualaikum Wr.Wb.

 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sistem Pertahanan & Keamanan Indonesia (X.1 &X.4)

  Identitas : Nama Guru : Latifa Linda Aryanti, S.Pd Mata Pelajaran : PKn Kelas : X.1 dan X.4 Pertemuan : 12 Materi : Sistem Pertahanan dan ...